Sabtu, 21 September 2013

Daddyyyyyyy ssssssttttttt!!



#Rabu sore menjelanggg maghrib berdua dengan abang dirumah...mommy masih belum balik dari opis#


Nino : "dadddyyyy...daddyyy daddyyyy dahhh bunyiii tu naahhh dimesjidd tuu nahh daddyy....(Suara adzan maghrib berkumandang) *berlari menuruni tangga dr lantai 2 rmh menghampiri bapake yg memang menunggu waktu adzan magrib diruang keluarga*

Daddy : "ohhh yaaaa kahhh bangggg?" *pura2 bertanya kejagooan ganteng daddy*

Nino : "iyaaa tu nahhh daddyyy cobaaa dgrrr....tuuhh kannn iyaaa kann?" *suara adzan terdengar ditambah abang pintar membuka pintu dapur mengajak bapake keluar dr pintu tuk mendengar suara adzan yg dimaksudkan weleh semakin pintar ki jagoan*

Daddy : "ohh iyaa yaaa abangg pintarr yaaaa...?" *bapake memuji*

Nino : "iyaaaa donnngggggg!" *siabang jumawa dipuji bapake*

 

#setelah wudhu abang kebagian tugas membuka garasi pagar, motor bapake dah siapp meluncur dah bapak and anak ke mesjid kompleks perumahan#

 

*didalam mesjid daddy dapat saft ke 2, biasanya siabang berada disaft anak2 dibagian belakang saft kelima tapi maghrib itu abang bersama daddynya bersampingan disaft ke2*

Imam : *membaca alfatiha....

Nino : *ngikuttt membaca alfatiha dg suara nyaring...hehehe

Daddy : "uhuk uhukk....uhuk" *batuk batuk

Nino : *menengok keatas menatap bapake* "daddddyyyyyy sssssttttttttt!!" *memberi kode jari telujuk kebibirnya tanpa bapake ga boleh ribut krn suara batuk...hadehh anak lanangku pintere rek*

Daddy : *sedikit kurang khusuk melihat polah abang hehhe*

*saat ruku kembali daddy terbatuk batuk*

Nino : "dadddyyyyyyyy ssssstttttttt!!" *Kembali memberi kode agar bapake ga batuk2*

*selesai sholat*

Nino : "daddyyy daddyy...tadiii nino ikutt sholattt nahhh!"(Sambil cium tangan bapake) *bangga bercerita ma bapake biasane saat sholat siabang heboh dah dg teman2nya*

Daddy : *senyum mengiyakan lanjut berdoa*

Nino : "daddyyy inii lohh libut libuttt telusss kalo sholaaattt nahhhh!" *yg dimaksud batuk batuk oleh abang saat keluar menuju halaman mesjid*

Daddy : "itu batukk abangg..entar kita kemesjid lagii yaaa bang sholat isyaa lagii yaa!!" *senyum sambil terus memuji sijagoan ganteng*

Nino : *menggandeng tangan bapake* "oke..oke..okee daddyyyy...let's gooo letsss gooo daddy!!!" *pulang menuju rumah kembali*

 

#hehehe semakin hari semakin pintar ki jagoan daddy...polah tingkahnya semakin tak terduga bikin bapake mesam mesem wae ki#

 

30 May 2013

Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu.......

#selasa pagii dirumah berdua with abang nino, mommy dinas kejogjakarta#



Nino : "daddy kita te moll yukk (dibaca: ke mall) !" *berharap bapake menuruti permintaannya..

Daddy : "wahh daddy ga punyaa uangg bang?" *senyum ke abang

Nino : "ayooo nahh daddyy kitaa ke te em aja nah daddy (dibaca ATM)..?" *Menarik2 baju bapake..

Daddy : "eehhh bang kita nontonn ultramen aja yuukkk?" *jurus ngeles bapake

Nino : "ini hari apaaa daddy!" *mule semangat 45 siabang

Daddy : "ini hari selasa abangg?" *ngengetin anak lanang daddy..

Nino : *diem sebentar lalu berdendang menyanyikan sebuah lagu* "senin selasa rabu kamis jumaat sabtu mingguu itu nama-nama harii..." *cara abang mengingat nama hari krn schedule nonton film yg dibuat mommy dimulai jumat malam hingga minggu sore*

Nino : "ndakk bolehh daddyy inikan hali selasa...hali jumaatt balu kita nonton dah daddyy?nanti mommy malah lhoo...!" *ngejelasin peraturan nonton ala mommy ke bapake*

Daddy : "yuukk kita nonton ultramen yuk bang? Kan mommy lagi kerjaa, mommy kan ndakk tau bang? Nanti daddyy diem2 aja kok bang!" *bapake ngerayu abang ngetest gimana reaksi abang klo ga ada mommy dirumah*

Nino : "iihh daddy nahh kann ndakk bolehh tu nah daddyyy!! Ninoo ndaakk mauu naahh daddyy..nanti daddy dimalahin mommy loh!...kan kan nontonnya nino hali jum'at nahh dadddyyyyyy?" *gantian bapake diceramahin oleh sijagoan pintar daddy ki *

Daddy : "yaaa udaahh kitaa kerumah sakit dulu yaa bang...nemanin daddy kedokter dulu ya bang?" *syarat bapake ke abang ganteng*

Nino : "biss tuu kita te molll ya daddyy...!" *mule semangat lagi sijagoan*

Daddy : "okee okee abang...nahh sekarang kitaaa mandii yuuukkk!" *ngajak mandi and bersiap menuju hospital and mall*

Nino : "let's goo daddyy...yuk yukk let's go daddyyyy!" *mule buka baju and celana siaap menuju kamar mandi with bapake*

#weleh-weleh siabang bisa saja nih keukeh dg peraturan yg telah disepakati abang and emaknya...siabang emang TOP Begete dah! Hehehe#

 

16 may 2013

Minggu, 08 September 2013

Don't you remember? - ADELE LYRICS


When will I see you again?
You left with no goodbye, not a single word was said
No final kiss to seal anything
I had no idea of the state we were in

I know I have a fickle heart and bitterness
And wandering eye and heaviness in my head


But don't you remember? Don't you remember?
The reason you loved me before
Baby, please remember me once more

When was the last time you thought of me?
Or have you completely erased me from your memory?
I often think about where I went wrong
the more I do, the less I know

But I know I have a fickle heart and a bitterness
And a wandering eye and a heaviness in my head

But don't you remember? Don't you remember?
The reason you loved me before
Baby, please remember me once more

I gave you the space so you could breathe
I kept my distance so you would be free
And hope that you find the missing piece
To bring you back to me

Why don't you remember? Don't you remember?
The reason you loved me before
Baby, please remember me once more
When will I see you again?

Songwriters
ADKINS, ADELE LAURIE BLUE / WILSON, DANIEL D

Badak, 9 September 2013, 10:20 AM
 

Sabtu, 31 Agustus 2013

Kenapa Memaafkan??

Mohon Maaf Lahir Bathin ya Pak….

Mohon Maaf Lahir Bathin ya Bu….

Mohon Maaf Lahir Bathin ya Om Tante….

 

Dan seterusnya

Itulah ritual rutin yang dilakukan masyarakat Indonesia saat merayakan hari Raya Idul Fitri & ritual inipun juga dilakukan oleh masyarakat non muslim sehingga sudah menjadi ritual masyarakat Indonesia pada umumnya, bahkan banyak sekali masyarakat Indonesia yang rela bermacet-macetan dijalan, menghabiskan banyak waktu & uang untuk bermaaf maafan di kampung halaman supaya lebih afadol katanya.

Sayangnya sebagian besar ritual memaafkan ini baru sebatas menjalankan ritual rutin tahunan karena kenyataannya kita masih memiliki rasa marah, benci, dendam terhadap seseorang yang sudah kita “maafkan” saat lebaran.

Pernahkah kita mengalami perasaan yang mudah marah, mudah tersingung atau mungkin saat sedang rilex tiba-tiba perasaan sedih, marah muncul, itulah salah satu akibat dari memaafkan yang belum sempurna.

Kadangkala kita selalu mengatakan kepada orang lain bahwa kita sudah memaafkan si fulan, saya tidak ada perasaan dendam sama si fulan dan lainnya. Apakah kita yakin sudah memaafkan kesalahan si fulan atau hanya sekedar “Melupakan”. Memaafkan dan Melupakan adalah hal yang sangat berbeda jauh. Sebagian dari kita kebanyakan baru “melupakan” belum memaafkan.

 Cara mengetesnya sangat mudah, salah satunya adalah dengan mengingat kembali, merasakan kembali, serta mendengarkan kembali apa yang pernah dikatakan, & dilakukan si fulan kepada kita sehingga kita sangat marah, kecewa, sedih, merasa dilecehkan dan perasaan lainnya oleh si fulan, apabila perasaan tersebut masih muncul berarti kita baru mampu melupakan belum memaafkan. Cara mengetes lainnya ada beberapa cara tapi kita coba lakukan tes seperti teknik diatas.

 Apabila perasaan marah, benci, dendam, kesal dan lainnya kepada seseorang belum kita maafkan tapi hanya sekedar kita lupakan, maka sama halnya dengan kita memegang sebuah gelas yang kita angkat keatas, awalnya gelas tersebut sangat ringan karena memang berat gelas sangat ringan, tapi apa yang terjadi kalau gelas tersebut terus kita angkat keatas lebih dari 2 jam ? atau lebih dari 24 jam ? atau lebih dari seminggu ? begitu juga halnya dengan perasaan tidak nyaman terhadap perlakukan & perkataan seseorang yang terus kita pegang maka lama kelamaan akan membuat masalah di dalam diri kita. Sama juga halnya dengan luka kecil yang kita diamkan dengan harapan akan diobati oleh yang telah membuat luka padahal belum tentu si pembuat luka sadar sudah melukai kita.

 Kitalah yang peduli dengan luka kita karena bila luka tersebut terus didiamkan akan menjadi busuk, bernanah, infeksi bahkan bisa diamputasi. Menyembuhkan dengan mengobati luka tersebut untuk kesehatan kita sehingga kitalah yang harus perduli tanpa mengharapkan orang lian yang melakukannya, begitu juga halnya dengan luka batin kita, kitalah yang harus mengobatinya untuk kebaikan diri kita.

Salah satu cara yang mudah untuk dilakukan adalah dengan mengingat kembali, merasakan kembali serta mendengarkan kembali apa yang telah dilakukan & dikatakan oleh si fulan yang telah melukai perasaan kita sampai perasaan tidak nyaman muncul, setelah perasaan tersebut muncul lalu sambil kita katakan, Ya Allah…walaupun saya sangat kesal, sangat marah, sangat benci ( atau perasaan lain yang kita rasakan sebutkan saja semuanya)  karena si …….. telah mengatakan ………….. atau telah melakukan ……… kepada saya sehingga saya merasa …………… tapi saya ikhlas ya Allah, saya pasrahkan padamu ya Allah….. lalu tarik nafas panjang & dalam  dan buang nafas, saat membuang nafas imaginasikan perasaan tidak nyaman tersebut ikut terbuang bersamaan hembusan nafas. Ulangi langkah ini sampai perasaan kita sudah sangat nyaman ketika kita mengingat kembali, merasakan kembali serta mendengarkan kembali apa yang telah membuat kita terluka

Selamat mecoba, semoga bermanfaat

Knowing is Nothing, Take Action Miracle Happen

BADAK, 1 SEPTEMBER 2013






Jumat, 30 Agustus 2013

Kisah Menakjubkan Tentang Sabar dan Syukur Kepada Allah


Kisah Menakjubkan Tentang Sabar dan Syukur Kepada Allah




Bagi orang yang sering mengamati isnad hadits maka nama Abu Qilabah bukanlah satu nama yang asing karena sering sekali ia disebutkan dalam isnad-isnad hadits, terutama karena ia adalah seorang perawi yang meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik yang merupakan salah seorang dari tujuh sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.          Oleh karena itu nama Abu Qilabah sering berulang-ulang seiring dengan sering diulangnya nama Anas bin Malik. Ibnu Hibban dalam kitabnya Ats-Tsiqoot menyebutkan kisah yang ajaib dan menakjubkan tentangnya yang menunjukan akan kuatnya keimanannya kepada Allah.

Nama beliau adalah Abdullah bin Zaid Al-Jarmi salah seorang dari para ahli ibadah dan ahli zuhud yang berasal dari Al-Bashroh. Beliau meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik dan sahabat Malik bin Al-Huwairits –radhiallahu 'anhuma- . Beliau wafat di negeri Syam pada tahun 104 Hijriah pada masa kekuasaan Yazid bin Abdilmalik.

Abdullah bin Muhammad berkata, "Aku keluar menuju tepi pantai dalam rangka untuk mengawasi (menjaga) kawasan pantai (dari kedatangan musuh)…tatkala aku tiba di tepi pantai tiba-tiba aku telah berada di sebuah dataran lapang di suatu tempat (di tepi pantai) dan di dataran tersebut terdapat sebuah kemah yang di dalamnya terdapat seseorang yang telah buntung kedua tangan dan kedua kakinya, dan pendengarannya telah lemah serta matanya telah rabun. Tidak satu anggota tubuhnyapun yang bermanfaat baginya kecuali lisannya, orang itu berkata,

"Ya Allah, tunjukilah aku agar aku bisa memujiMu sehingga aku bisa menunaikan rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan Engkau sungguh telah melebihkan aku diatas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakan""

Abdullah bin Muhammad berkata, "Demi Allah aku akan mendatangi orang ini, dan aku akan bertanya kepadanya bagaimana ia bisa mengucapkan perkataan ini, apakah ia faham dan tahu dengan apa yang diucapkannya itu?, ataukah ucapannya itu merupakan ilham yang diberikan kepadanya??.
Maka akupun mendatanginya lalu aku mengucapkan salam kepadanya, lalu kukatakan kepadanya, "Aku mendengar engkau berkata "Ya Allah, tunjukilah aku agar aku bisa memujiMu sehingga aku bisa menunaikan rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan Engkau sungguh telah melebihkan aku diatas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakan", maka nikmat manakah yang telah Allah anugrahkan kepadamu sehingga engkau memuji Allah atas nikmat tersebut??, dan kelebihan apakah yang telah Allah anugrahkan kepadamu hingga engkau menysukurinya??"

Orang itu berkata, "Tidakkah engkau melihat apa yang telah dilakukan oleh Robku kepadaku?, demi Allah, seandainya Ia mengirim halilintar kepadaku hingga membakar tubuhku atau memerintahkan gunung-gunung untuk menindihku hingga menghancurkan tubuhku, atau memerintahkan laut untuk menenggelamkan aku, atau memerintahkan bumi untuk menelan tubuhku, maka tidaklah hal itu kecuali semakin membuat aku bersyukur kepadaNya karena Ia telah memberikan kenikmatan kepadaku berupa lidah (lisan)ku ini. Namun, wahai hamba Allah, engkau telah mendatangiku maka aku perlu bantuanmu, engkau telah melihat kondisiku.

Aku tidak mampu untuk membantu diriku sendiri atau mencegah diriku dari gangguan, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku memiliki seorang putra yang selalu melayaniku, di saat tiba waktu sholat ia mewudhukan aku, jika aku lapar maka ia menyuapiku, jika aku haus maka ia memberikan aku minum, namun sudah tiga hari ini aku kehilangan dirinya maka tolonglah engkau mencari kabar tentangya –semoga Allah merahmati engkau-". Aku berkata, "Demi Allah tidaklah seseorang berjalan menunaikan keperluan seorang saudaranya yang ia memperoleh pahala yang sangat besar di sisi Allah, lantas pahalanya lebih besar dari seseorang yang berjalan untuk menunaikan keperluan dan kebutuhan orang yang seperti engkau". Maka akupun berjalan mencari putra orang tersebut hingga tidak jauh dari situ aku sampai di suatu gudukan pasir, tiba-tiba aku mendapati putra orang tersebut telah diterkam dan di makan oleh binatang buas, akupun mengucapkan inna lillah wa inna ilaihi roji'uun. Aku berkata, "Bagaimana aku mengabarkan hal ini kepada orang tersebut??". Dan tatkala aku tengah kembali menuju orang tersebut, maka terlintas di benakku kisah Nabi Ayyub ‘alaihissalam. Tatkala aku menemui orang tersbut maka akupun mengucapkan salam kepadanya lalu ia menjawab salamku dan berkata, "Bukankah engkau adalah orang yang tadi menemuiku?", aku berkata, "Benar". Ia berkata, "Bagaimana dengan permintaanku kepadamu untuk membantuku?". Akupun berkata kepadanya, "Engkau lebih mulia di sisi Allah ataukah Nabi Ayyub ‘alaihissalam?", ia berkata, "Tentu Nabi Ayyub ‘alaihissalam ", aku berkata, "Tahukah engkau cobaan yang telah diberikan Allah kepada Nabi Ayyub?, bukankah Allah telah mengujinya dengan hartanya, keluarganya, serta anaknya?", orang itu berkata, "Tentu aku tahu". Aku berkata, "Bagaimanakah sikap Nabi Ayyub dengan cobaan tersebut?", ia berkata, "Nabi Ayyub bersabar, bersyukur, dan memuji Allah". Aku berkata, "Tidak hanya itu, bahkan ia dijauhi oleh karib kerabatnya dan sahabat-sahabatnya", ia berkata, "Benar". Aku berkata, "Bagaimanakah sikapnya?", ia berkata, "Ia bersabar, bersyukur dan memuji Allah". Aku berkata, "Tidak hanya itu, Allah menjadikan ia menjadi bahan ejekan dan gunjingan orang-orang yang lewat di jalan, tahukah engkau akan hal itu?", ia berkata, "Iya", aku berkata, "Bagaimanakah sikap nabi Ayyub?", ia berkata, "Ia bersabar, bersyukur, dan memuji Allah, lagsung saja jelaskan maksudmu –semoga Allah merahmatimu-!!". Aku berkata, "Sesungguhnya putramu telah aku temukan di antara gundukan pasir dalam keadaan telah diterkam dan dimakan oleh binatang buas, semoga Allah melipatgandakan pahala bagimu dan menyabarkan engkau".

Orang itu berkata, "Segala puji bagi Allah yang tidak menciptakan bagiku keturunan yang bermaksiat kepadaNya lalu Ia menyiksanya dengan api neraka", kemudian ia berkata, "Inna lillah wa inna ilaihi roji'uun", lalu ia menarik nafas yang panjang lalu meninggal dunia.  Aku berkata, "Inna lillah wa inna ilaihi roji'uun", besar musibahku, orang seperti ini jika aku biarkan begitu saja maka akan dimakan oleh binatang buas, dan jika aku hanya duduk maka aku tidak bisa melakukan apa-apa[1]. Lalu akupun menyelimutinya dengan kain yang ada di tubuhnya dan aku duduk di dekat kepalanya sambil menangis. Tiba-tiba datang kepadaku empat orang dan berkata kepadaku "Wahai Abdullah, ada apa denganmu?, apa yang telah terjadi?". Maka akupun menceritakan kepada mereka apa yang telah aku alami. Lalu  mereka berkata, "Bukalah wajah orang itu, siapa tahu kami mengenalnya!", maka akupun membuka wajahnya, lalu merekapun bersungkur mencium keningnya, mencium kedua tangannya, lalu mereka berkata, "Demi Allah, matanya selalu tunduk dari melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah, demi Allah tubuhnya selalu sujud tatkala orang-orang dalam keadaan tidur!!". Aku bertanya kepada mereka, "Siapakah orang ini –semoga Allah merahmati kalian-?", mereka berkata, Abu Qilabah Al-Jarmi sahabat Ibnu 'Abbas, ia sangat cinta kepada Allah dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu kamipun memandikannya dan mengafaninya dengan pakaian yang kami pakai, lalu kami menyolatinya dan menguburkannya, lalu merekapun berpaling dan akupun pergi menuju pos penjagaanku di kawasan perbatasan. Tatkala tiba malam hari akupun tidur dan aku melihat di dalam mimpi ia berada di taman surga dalam keadaan memakai dua lembar kain dari kain surga sambil membaca firman Allah
}سَلامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ{ (الرعد:24)
"Keselamatan bagi kalian (dengan masuk ke dalam surga) karena kesabaran kalian, maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu." (QS. 13:24)
Lalu aku berkata kepadanya, "Bukankah engkau adalah orang yang aku temui?", ia berkata, "Benar", aku berkata, "Bagaimana engkau bisa memperoleh ini semua", ia berkata, "Sesungguhnya Allah menyediakan derajat-derajat kemuliaan yang tinggi yang tidak bisa diperoleh kecuali dengan sikap sabar tatkala ditimpa dengan bencana, dan rasa syukur tatkala dalam keadaan lapang dan tentram bersama dengan rasa takut kepada Allah baik dalam keadaan bersendirian maupun dalam kaeadaan di depan khalayak ramai"
Penulis: Firanda Andirja


Badak, 31 August 2013

CIRI-CIRI ISTERI YANG DIBANGGAKAN SUAMI


 CIRI-CIRI ISTERI YANG DIBANGGAKAN SUAMI"

- Seorang isteri yang senantiasa bertakwa kepada Allah SWT dan mengikuti Sunnah Rasul.

- Seorang isteri yang senantiasa hormat, taat serta patuh kepada suami sepanjang pada hal-hal kebaikan.

- Seorang isteri yang selalu minta izin kepada suami jika hendak bepergian. Jika dilarang ia tak akan melanggarnya.

- Seorang isteri yang senantiasa mengghargai dan menerima dengan ikhlas sekecil apapun setiap pemberian suami serta tidak akan banyak menuntut apapun yang belum mampu diberikan suami.

- Seorang isteri yang senantiasa menjaga kehormatan dirinya ketika suami sedang tak berada di rumah.

- Seorang isteri yang senantiasa menjaga kehormatan suami dan harta suami dengan sebaik-baiknya. Ia juga tidak suka menceritakan aib suami kepada siapapun.

- Seorang isteri yang senantiasa pandai berusaha menyenangkan dan menghibur hati suami disaat suami sedang ada permasalahan.

- Seorang isteri yang senantiasa melayani suami dengan baik dalam hal kehidupan sehari-hari dan kebutuhan di tempat tidur.

- Seorang isteri yang senantiasa menjadi penyejuk dalam rumah tangga bagi suami dan anak-anaknya.

- Seorang isteri yang tak segan-segan menasehati suaminya, jika sang suami melakukan hal-hal yang tidak baik.

- Seorang isteri yang lebih betah di rumah daripada di luaran untuk hal-hal yang tak ada gunanya.

- Seorang isteri yang selalu bisa memperhatikan apa yang disuka dan yang tak disuka suaminya.

- Seorang isteri yang selalu menjauhkan diri dari sekumpulan orang-orang yang suka membicarakan keburukan orang lain.

- Seorang isteri yang senantiasa menjadi pengayom dan penuh kasih sayang dalam merawat serta mendidik anak-anaknya

- Dan seorang isteri yang senantiasa lebih mementingkan meningkatkan ibadah kepada-Nya dibanding digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

Mari saling mendoakan semoga kita menjadi Istri yang dibanggakan Suami dihadapan Allah sebagai wujud ketaat kita... Aaminn Allahmua Aamiin

"istriku jangan engkau khawatir dan jangan bersedih | sesungguhnya Allah jadi yang ketiga diantara kita berdua"

"istriku jangan berhenti bersabar | sungguh Allah bersama yang bersabar"

"istriku perpanjanglah shalat malam di sepertiga | Allah menolong hamba-Nya yang terjaga dan mengiba"

"istriku Allah tiada tidur dan senantiasa mendengar pinta | ia mengabulkan doa-doamu selalu maka banyaklah berdoa"

"istriku jagalah diriku dari maksiat yang menyesatkanku ke neraka | agar aku dapat mendampingimu dalam taat menuju surga"

Dalam kesempitan dan penat hati ini, banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dan dirasakan, bahwa yang menguatkan dan kekuatan dari segalanya hanyalah iman dan keyakinan kepada Allah, Allah Yang Maha Mengatur ( Al-Mudabbir ) tempat bergantung semua mahluk.


Pernikahan adalah komitmen seumur hidup untuk mencintai seseorang meskipun mereka tidak layak dicintai, memaafkan seseorang meskipun mereka mungkin tidak layak dimaafkan, untuk menghormati seseorang bahkan ketika mereka berada dalam kondisi yang paling buruk dan untuk tidak pernah menyerah terhadap satu sama lain.
Di dalam pernikahan kita, tiada ruang untuk keegoisan..

Cintailah suami dengan segala kekurangannya & sayangilah anak-anak dengan segala kenakalannya, karena sesungguhnya merekalah tanggungjawab & merekalah ladang pahala dunia akhirat....

Cukup Shalat & Sabar sebaik-baiknya penolong.... "


 BADAK, 31 AUGUST 2013










SIFAT-SIFAT ISTRI SHOLIHAH



SIFAT-SIFAT ISTRI SHOLIHAH 

Sesungguhnya banyak sifat-sifat yang merupakan ciri-ciri seorang istri sholihah. Semakin banyak sifat-sifat tersebut pada diri seorang wanita maka nilai kesholehannya semakin tinggi, akan tetapi demikian juga sebaliknya jika semakin sedikit maka semakin rendah pula nilai kesholehannya. Sebagian Sifat-sifat tersebut dengan tegas dijelaskan oleh Allah dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dan sebagiannya lagi sesuai dengan penilaian 'urf (adat). Karena pasangan suami istri diperintahkan untuk saling mempergauli dengan baik sesuai dengan urf.



Sifat-sifat tersebut diantaranya :

1. Segera menyahut dan hadir apabila dipanggil oleh suami jika diajak untuk berhubungan.

Karena sifat ini sangat ditekankan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Nabi memerintahkan seorang istri untuk segera memenuhi hasrat seorang suami dalam kondisi bagaimanapun. Bahkan beliau bersabda “Jika seorang lelaki mengajak istrinya ke tempat tidur, lalu istri itu menolak. Kemudian, suami itu bermalam dalam keadaan marah, maka istrinya itu dilaknat oleh para malaikat hingga waktu pagi.”


2. Tidak membantah perintah suami selagi tidak bertentangan dengan syariat. Allah berfirman :

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[289] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). (QS An-Nisaa : 34)

Qotadah rahimahullah berkata فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ "Yaitu wanita-wanita yang taat kepada Allah dan kepada suami-suami mereka" (Ad-Dur al-Mantsuur 4/386)

Terkadang pendapat suami bertentangan dengan pendapat istri, karena pendapat istri lebih baik. Seorang istri yang sholehah hendaknya ia menyampaikan pendapatnya tersebut kepada sang suami akan tetapi ia harus ingat bahwasanya segala keputusan berada di tangan suami, apapun keputusannya selama tidak bertentangan dengan syari'at.

3. Selalu tidak bermasam muka terhadap suami.

4. Senantiasa berusaha memilih perkataan yang terbaik tatkala berbicara dengan suami.

Sifat ini sangat dibutuhkan dalam keutuhan rumah tangga, betapa terkadang perkataan yang lemah lembut lebih berharga di sisi suami dari banyak pelayanan. Dan sebaliknya betapa sering satu perkataan kasar yang keluar dari mulut istri membuat suami dongkol dan melupakan kebaikan-kebaikan istri.

Yang jadi masalah terkadang seorang istri tatkala berbicara dengan sahabat-sahabat wanitanya maka ia berusaha memilih kata-kata yang lembut, dan berusaha menjaga perasaan sahabat-sahabatnya tersebut namun tidak demikian jika dengan suaminya.

5. Tidak memerintahkan suami untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan wanita, seperti memasak, mencuci, memandikan dan mencebok anak-anak.

6. Keluar rumah hanya dengan izin suami.

7. Berhias hanya untuk suami.

Tidak sebagaimana sebagian wanita yang hanya berhias tatkala mau keluar rumah sebagai hidangan santapan mata-mata nakal para lelaki.

8. Tidak membenarkan orang yang tidak diizinkan suami masuk/bertamu ke dalam rumah.

9. Menjaga waktu makan dan waktu istirahatnya kerana perut yang lapar akan membuatkan darah cepat naik. Tidur yang tidak cukup akan menimbulkan keletihan.

10. Menghormati mertua serta kerabat keluarga suami.

Terutama ibu mertua, yang sang suami sangat ditekankan oleh Allah untuk berbakti kepadanya. Seorang istri yang baik harus mengalah kepada ibu mertuanya, dan berusaha mengambil hati ibu mertuanya. Bukan malah menjadikan ibu mertuanya sebagai musuh, meskipun ibu mertuanya sering melakukan kesalahan kepadanya atau menyakiti hatinya. Paling tidak ibu mertua adalah orang yang sudah berusia lanjut dan juga ia adalah ibu suaminya.

11. Berusaha menenangkan hati suami jika suami galau, bukan malah banyak menuntut kepada suami sehingga menambah beban suami

12. Segera minta maaf jika melakukan kesalahan kepada suami, dan tidak menunda-nundanya.

Nabi shallallahu 'alaihi bersabda :

" أَلاَ أُخْبِرُكُمْ ....بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ الْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا الَّتِي إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا، وَتَقُوْلُ : لاَ أَذُوْقُ غُمْضًا حَتَّى تَرْضَى"

"Maukah aku kabarkan kepada kalian….tentang wanita-wanita kalian penduduk surga? Yaitu wanita yang penyayang (kepada suaminya), yang subur, yang selalu memberikan manfaat kepada suaminya, yang jika suaminya marah maka iapun mendatangi suaminya lantas meletakkan tangannya di tangan suaminya seraya berkata, "Aku tidak bisa tenteram tidur hingga engkau ridho kepadaku" (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Sahihah no 287)

Karena sebagian wanita memiliki sifat angkuh, bahkan malah sebaliknya menunggu suami yang minta maaf kepadanya.

13. Mencium tangan suami tatkala suami hendak bekerja atau sepulang dari pekerjaan.

14. Mau diajak oleh suami untuk sholat malam, bahkan bila perlu mengajak suami untuk sholat malam.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

رَحِمَ اللهُ رَجُلاً قَامَ مِنَ الّليْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ, فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ. وَ رَحِمَ اللهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ الّليْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَصَلَّى, فَإِنْ أَبَى نَضَحَت فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ

“Semoga Allah merahmati seorang lelaki (suami) yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya hingga istrinya pun shalat. Bila istrinya enggan, ia percikkan air ke wajahnya. Dan semoga Allah merahmati seorang wanita (istri) yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suaminya hingga suaminya pun shalat. Bila suaminya enggan, ia percikkan air ke wajahnya.” (HR Abu Dawud no 1308)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

إِذَا أَيْقَظَ الرَّجُلُ أَهْلَهُ مِنَ اللّيْلِ فَصَلَّيَا أَوْ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ جَمِيْعًا، كُتِبَا في الذَّاكِرِيْنَ وَالذَّاكِرَاتِ

“Apabila seorang lelaki (suami) membangunkan istrinya di waktu malam hingga keduanya mengerjakan shalat atau shalat dua rakaat semuanya, maka keduanya dicatat termasuk golongan laki-laki dan perempuan yang berzikir.” (HR Abu Dawud no 1309)

Dalam riwayat yang dikeluarkan An-Nasa`i disebutkan dengan lafadz:

إِذَا اسْتَيْقَظَ الرَّجُلُ مِنَ اللّيْلِ وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّيَا رَكْعَتَيْنِ, كُتِبَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ اللهَ كَثِيْرًا وَالذَّاكِرَاتِ

“Apabila seorang lelaki (suami) bangun di waktu malam dan ia membangunkan istrinya lalu keduanya mengerjakan shalat dua rakaat, maka keduanya dicatat termasuk golongan laki-laki dan perempuan yang banyak mengingat/berdzikir kepada Allah.”

15. Tidak menyebarkan rahasia keluarga terlebih lagi rahasia ranjang !!. Bahkan berusaha menutup aib-aib suami, serta memuji suami agar menambahkan rasa sayang dan cintanya.

16. Tidak membentak atau mengeraskan suara di hadapan suami.

17. Berusaha untuk bersifat qona'ah (nerimo) sehingga tidak banyak menuntut harta kepada suami.

18. Tidak menunjukkan kesedihan tatkala suami sedang bergembira, dan sebaliknya tidak bergembira tatkala suami sedang bersedih, akan tetapi berusaha pandai mengikut suasana hatinya.

19. Berusaha untuk memperhatikan kesukaan suami dan jangan sampai suami melihat sesuatu yang buruk dari dirinya atau mencium sesuatu yang tidak enak dari tubuhnya.

20. Berusaha mengatur uang suami dengan sebaik-baiknya dan tidak boros, sehingga tidak membeli barang-barang yang tidak diperlukan.

21. Tidak menceritakan kecantikan dan sifat-sifat wanita yang lain kepada suaminya yang mengakibatkan suaminya bisa mengkhayalkan wanita tersebut, bahkan membanding-bandingkannya dengan wanita lain tersebut.

22. Berusaha menasehati suami dengan baik tatkala suami terjerumus dalam kemaksiatan, bukan malah ikut-ikutan suami bermaksiat kepada Allah, terutama di masa sekarang ini yang terlalu banyak kegemerlapan dunia yang melanggar syari'at Allah

23. Menjaga pandangannya sehingga berusaha tidak melihat kecuali ketampanan suaminya, sehingga jadilah suaminya yang tertampan di hatinya dan kecintaannya tertumpu pada suaminya.

Tidak sebagaimana sebagian wanita yang suka membanding-bandingkan suaminya dengan para lelaki lain.

24. Lebih suka menetap di rumah, dan tidak suka sering keluar rumah.

25. Jika suami melakukan kesalahan maka tidak melupakan kebaikan-kebaikan suami selama ini. Bahkan sekali-kali tidak mengeluarkan perkataan yang mengisyaratkan akan hal ini. Karena sebab terbesar yang menyebabkan para wanita dipanggang di api neraka adalah tatkala suami berbuat kesalahan mereka melupakan dan mengingkari kebaikan-kebaikan suami mereka.


Setelah membaca dan memperhatikan sifat-sifat di atas, hendaknya seorang wanita benar-benar menimbang-nimbang dan menilai dirinya sendiri. Jika sebagian besar sifat-sifat tersebut tercermin dalam dirinya maka hendaknya ia bersyukur kepada Allah dan berusaha untuk menjadi yang terbaik dan terbaik.

Akan tetapi jika ternyata kebanyakan sifat-sifat tersebut kosong dari dirinya maka hendaknya ia ber-instrospeksi diri dan berusaha memperbaiki dirinya. Ingatlah bahwa surga berada di bawah telapak kaki suaminya !!!

Tentunya seorang suami yang baik menyadari bahwa istrinya bukanlah bidadari sebagaimana dirinya juga bukanlah malaikat. Sebagaimana dirinya tidak sempurna maka janganlah ia menuntut agar istrinya juga sempurna.

Akan tetapi sebagaimana perkataan penyair :

مَنْ ذَا الَّذِي تُرْضَي سَجَايَاه كُلُّهَا...كَفَى الْمَرْءَ نُبْلًا أَنَّ تُعَدَّ مَعَايِبُهُ

"Siapakah yang seluruh perangainya diridhoi/disukai…??

Cukuplah seseorang itu mulia jika aibnya/kekurangannya masih terhitung…"



Badak, 31 August 2013